Oleh: Drs.H. Achmad Sudiyono, M.Si., M.Psi
Kepala Dinas Pendidikan Jember
Saya kira apa yang dilakukan Bapak Bupati saat ini melalui rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek, sudah merupakan rumusan alur pembangunan yang luar biasa.
Kepala Dinas Pendidikan Jember
Saya kira apa yang dilakukan Bapak Bupati saat ini melalui rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek, sudah merupakan rumusan alur pembangunan yang luar biasa.
Tema dan slogan beliau: Membangun Desa Menata Kota untuk Kemakmuran Bersama juga bukan semata-mata hanya menjadi slogan. Buktinya: pembangunan jalan saat ini telah sampai di pedesaan-pedesaan, dan itu merupakan prioritas. Mengapa diprioritaskan? Karena kondisi jalan, juga infrastruktur yang lain akan mempengaruhi gerak laju perekonomian. Begitu juga dengan unsur lain yang menjadi prioritas dari pembangunan, yakni kesehatan, pertanian, serta pendidikan.
Untuk bidang pendidikan, melalui program KF, semakin kecil orang di Jember ini yang tidak bisa membaca. Bahkan bisa tuntas. Melalui program PAUD, tidak ada anak usia balita di Jember ini yang tidak bersekolah. Dan melalui program Wajar Dikdas 9 Tahun,tidak ada anak usia sekolah di Jember ini yang tidak mengenyam pendidikan formal, meskipun dia juga belajar di pesantren. Karena sesuai amanat undang-undang, pendidikan harus bisa dirasakan oleh semua masyarakat.
Kemudian dalam menyiapkan generasi muda. Di Jember sudah mulai tidak ada lagi penambahan USB SMA tapi memacu bertambahnya USB SMK. Untuk tahun 2007-2009 misalnya, sudah ada penambahan 7 SMK. Mengapa hal ini dilakukan? Karena ditengarai, anak-anak SMK apabila tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, mereka tidak sampai menganggur, karena memiliki lifeskill dan ketrampilan. Artinya, apa yang dilakukan pemerintah kabupaten Jember ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran.
Apalagi tenaga lifeskill dan ketrampilan yang dimiliki anak-anak lulusan SMK nantinya juga bisa dijual ke perusahaan-perusahaan, baik negeri maupun swasta, baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini juga menjadi sumber devisa bagi negara, minimal bisa menambah pendapatan asli daerah.
Sehingga, melalui pendidikan yang dibangun di Jember ini, diharapkan akan dapat ikut mengatasi berbagai persoalan bangsa. Jadi ada semacam sirkulasi. Kalau pendidikannya kuat, pendidikannya mantap, siswa lulusannya berkualitas, maka akan mempengaruhi sektor-sektor yang lain. Ini yang harus segera dibangun, agar bisa segera dirasakan oleh kita bersama. (*)
0 komentar:
Post a Comment